sebuah memory
kemudian malam pun lewat
yang kusandarkan sebuah rindu padanya,,,
dan tak ada lagi kenangan-kenangan masa lalu
yang terlewatkan dari mimpi-mimpku
tentang engkau, dan tentang sebuah asa
yang tiba-tiba hancur dan berkeping
kemudian malam pun lewat
dan membisikan kembali tentang sebuah rasa
yang pernah hinggap di dalam lubuk hatiku
mengingatkan kembali diriku akan dirimu
lelah
kusandarkan seribu nafas,,,dihatiMu
kurebahkan seribu lelah,,,
pada malam yang tak berujung,,,
pada dingin yang membisu
pada angin yang galau dan lenyap tak berarah
akankah rinduMu menjemput
dan merangkulkan segenap cinta yang kau janjikan
Penantian
Menatap seribu kali senja
Ɣªήğ turun di balik dermaga Melabuhkan harapan demi harapan Ɣªήğ terpupuk dilubuk hatiku
Masih saja tak kutemukan dirimu Akankah hari demi hari Ɣªήğ terlewati
Menjadi mata pisau Ɣªήğ berkarat dan melukai setiap jengkal kalbuku
Seribu senja dan beranda ini Akankah menemani hingga nafas Ɣªήğ paling akhir
KAU
Ketika waktu tak menemukan jejaknya kembali Maka hanya puing2 saja yang tersisa dr masa lalu Dan satu demi satu kucoba merajut kembali Pecahan2 sunyi yang terukir hingga hari ini,,, Sedikit demi sedikit terurai sudah gambaran wajah-Mu
Lelah
Kadang lelah menerpa,
Seperti angin yang menyapu daun2
Diam terpaku pada kesendirian waktu,,,
kemudian engkau hadir
mengisi waktu yang hilang begitu saja
antara sendu dan tiada menjelma kehampaan
Lelahku senantiasa hadir
bagai jeruji sepi
menikam jeram jantungku
lelahku tiada tiada habis waktu,,
tenggelamkan setiap jengkal pedihku
Di Langit Risau Menjelma
Di Langit Risau Menjelma
Tidakkah dinding-dinding ini begitu
kelam, Dan menjelma sebilah
mata pisau yang tajam, menikam
dalam gelap, memisahkan hati yang
sudah demikian rapuh,
Tidakkah hatipun tlah kehilangan makna
Retas, bagai debu terhembuskan angin
Semakin tak termaknai sudah
perjalanan ini, dan satu persatu
terhempaskan keyakinan
Dan gemerisik gerimis
daun-daun, membawa kerisauan
satu persatu pupus
tenggelam hingga kedasar hati
Tidakkah kerinduan kemudian
menjadi karat, hilangkan semua
mimpi-mimpi yang pernah terangankan.
Gemuruh lagi, memecah sekian ribu
keteguhan menjadi keeping-keping
tanpa arti.
Dimana kemudian kita bangun
rumah cinta, dan beribu angan
yang kemudian hanya menjadi sebuah
retorika.
Kerisauan ini tak pernah menemukan
Maknanya,,,
Rindu Kampungku
Teringat kampung halaman,
pada jalan setapak berpagar bambu,
bergandeng tangan kita berlalu,
sambil sebuah nada mengalun,
diiringi merdu ilalang yg menari.
Diujung jalan pada sebuah kampung,
dimana cinta pernah singgah,
melahirkan kembali sejuta
kenangan di bathinku.
Tentang daun-daun padi yg bernyanyi,
tentang rumput-rumput yang menari,
hingga senja turun dikaki bukit,
diujung desa kita.
Kemudian anak2 gembala mengalunkan
Serulingnya, mengayun langkah pulang
Kerumah.
Dari Sebuah Malam
Kuputuskan untuk kembali memahami cinta
Dari sekian jauh jarak memisah kita
Dari sekian waktu yang terlewati…
Masih saja kuragu atas sebuah makna
Masihakah cinta itu ada…?
Ataukah hanya sebuah kepalsuan
Yang silih berganti singgah
Sehingga kita masih saja bersama.
Kuputuskan kembali merangkai
Dari setiap malam yang terberai
Dan dari setiap gelap yang mengurung hatiku
Masih saja ada ketidakpastian
Dirimu masihkah mencintaiku.
Dari sebuah malam yang aku lewatkan
Aku kembali merajut keyakinanku yang tlah patah
Merangkainya menjadi sebuah keteguhan.
Aku
Aku seperti angin yang slalu mengembara,
Membelai awan, mengiring tirus menghias angkasa.
Aku seperti daun kering yang jatuh melayang terbang
Terbawa entah kemana.
Aku seperti ombak yang bersandar di dermaga
Dan siap mengarungi luas tujuh samudra.
Aku seperti debu yang mengarungi angkasa
Seperti awan yang mengapung
Dari ujung langit hingga tenggelam di cakrawala.
Aku seperti burung-burung yang senatiasa terbang
Mengukur keluasan jagad raya,
Tak pernah lelah, mencari dan terus mencari.
Aku seperti angin yang menyusuri lembah
Mengarungi ngarai, mencari dan tak lelah mencari.
Di gunungkah kau?
Atau di ujung langit sekalipun,
Takkan lelah aku mencari
SANDARAN CINTA
Aku slalu bersandar pada cintaku,
Meski kadang aku tak percaya,
masihkah cinta itu ada
Aku masih saja bersandar pada malam yang pekat
pada jalan yang kelam, hingga aku tak tahu kemana arah bakal pulang.
Aku masih bersandar pada keheningan
Seperti kegelapan yang amat sunyi, sampai tak terbaca lagi apa arti keheningan ini.
Aku masih tak sanggup membiarkan kau pergi, hingga tercipta kesunyian ini
Aku masih saja terbelenggu mimpi mimpi yang kita rajut bersama
Aku masih saja membisu dalam pilu,
-
Arsip
- Oktober 2011 (2)
- Agustus 2011 (2)
- Juni 2010 (1)
- Februari 2010 (1)
- Januari 2010 (2)
- Desember 2009 (1)
- November 2009 (2)
- Oktober 2009 (1)
- Agustus 2009 (1)
- Mei 2009 (3)
- April 2009 (11)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS

