PUISI KEHIDUPAN

DI UJUNG LANGIT UNGU

sebuah memory

kemudian malam pun lewat
yang kusandarkan sebuah rindu padanya,,,
dan tak ada lagi kenangan-kenangan masa lalu
yang terlewatkan dari mimpi-mimpku
tentang engkau, dan tentang sebuah asa
yang tiba-tiba hancur dan berkeping

kemudian malam pun lewat
dan membisikan kembali tentang sebuah rasa
yang pernah hinggap di dalam lubuk hatiku
mengingatkan kembali diriku akan dirimu

Oktober 21, 2011 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar

lelah

kusandarkan seribu nafas,,,dihatiMu
kurebahkan seribu lelah,,,
pada malam yang tak berujung,,,
pada dingin yang membisu
pada angin yang galau dan lenyap tak berarah

akankah rinduMu menjemput
dan merangkulkan segenap cinta yang kau janjikan

Oktober 12, 2011 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar

Penantian

Menatap seribu kali senja
Ɣªήğ turun di balik dermaga Melabuhkan harapan demi harapan Ɣªήğ terpupuk dilubuk hatiku
Masih saja tak kutemukan dirimu Akankah hari demi hari Ɣªήğ terlewati
Menjadi mata pisau Ɣªήğ berkarat dan melukai setiap jengkal kalbuku

Seribu senja dan beranda ini Akankah menemani hingga nafas Ɣªήğ paling akhir

Agustus 20, 2011 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar

KAU

Ketika waktu tak menemukan jejaknya kembali Maka hanya puing2 saja yang tersisa dr masa lalu Dan satu demi satu kucoba merajut kembali Pecahan2 sunyi yang terukir hingga hari ini,,, Sedikit demi sedikit terurai sudah gambaran wajah-Mu

Agustus 19, 2011 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar

Lelah

Kadang lelah menerpa,
Seperti angin yang menyapu daun2
Diam terpaku pada kesendirian waktu,,,

kemudian engkau hadir
mengisi waktu yang hilang begitu saja
antara sendu dan tiada menjelma kehampaan

Lelahku senantiasa hadir
bagai jeruji sepi
menikam jeram jantungku

lelahku tiada tiada habis waktu,,
tenggelamkan setiap jengkal pedihku

Juni 19, 2010 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar

Di Langit Risau Menjelma

Di Langit Risau Menjelma

Tidakkah dinding-dinding ini begitu
kelam, Dan menjelma sebilah
mata pisau yang tajam, menikam
dalam gelap, memisahkan hati yang
sudah demikian rapuh,
Tidakkah hatipun tlah kehilangan makna
Retas, bagai debu terhembuskan angin

Semakin tak termaknai sudah
perjalanan ini, dan satu persatu
terhempaskan keyakinan

Dan gemerisik gerimis
daun-daun, membawa kerisauan
satu persatu pupus
tenggelam hingga kedasar hati

Tidakkah kerinduan kemudian
menjadi karat, hilangkan semua
mimpi-mimpi yang pernah terangankan.
Gemuruh lagi, memecah sekian ribu
keteguhan menjadi keeping-keping
tanpa arti.

Dimana kemudian kita bangun
rumah cinta, dan beribu angan
yang kemudian hanya menjadi sebuah
retorika.

Kerisauan ini tak pernah menemukan
Maknanya,,,

Februari 5, 2010 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar

Rindu Kampungku

Teringat kampung halaman,
pada jalan setapak berpagar bambu,
bergandeng tangan kita berlalu,
sambil sebuah nada mengalun,
diiringi merdu ilalang yg menari.

Diujung jalan pada sebuah kampung,
dimana cinta pernah singgah,
melahirkan kembali sejuta
kenangan di bathinku.
Tentang daun-daun padi yg bernyanyi,
tentang rumput-rumput yang menari,
hingga senja turun dikaki bukit,
diujung desa kita.
Kemudian anak2 gembala mengalunkan
Serulingnya, mengayun langkah pulang
Kerumah.

Januari 17, 2010 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar

Dari Sebuah Malam

Kuputuskan untuk kembali memahami cinta
Dari sekian jauh jarak memisah kita
Dari sekian waktu yang terlewati…
Masih saja kuragu atas sebuah makna
Masihakah cinta itu ada…?
Ataukah hanya sebuah kepalsuan
Yang silih berganti singgah
Sehingga kita masih saja bersama.

Kuputuskan kembali merangkai
Dari setiap malam yang terberai
Dan dari setiap gelap yang mengurung hatiku
Masih saja ada ketidakpastian
Dirimu masihkah mencintaiku.

Dari sebuah malam yang aku lewatkan
Aku kembali merajut keyakinanku yang tlah patah
Merangkainya menjadi sebuah keteguhan.

Januari 11, 2010 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar

Aku

Aku seperti angin yang slalu mengembara,
Membelai awan, mengiring tirus menghias angkasa.

Aku seperti daun kering yang jatuh melayang terbang
Terbawa entah kemana.

Aku seperti ombak yang bersandar di dermaga
Dan siap mengarungi luas tujuh samudra.

Aku seperti debu yang mengarungi angkasa
Seperti awan yang mengapung
Dari ujung langit hingga tenggelam di cakrawala.

Aku seperti burung-burung yang senatiasa terbang
Mengukur keluasan jagad raya,
Tak pernah lelah, mencari dan terus mencari.

Aku seperti angin yang menyusuri lembah
Mengarungi ngarai, mencari dan tak lelah mencari.

Di gunungkah kau?
Atau di ujung langit sekalipun,
Takkan lelah aku mencari

Desember 4, 2009 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar

SANDARAN CINTA

Aku slalu bersandar pada cintaku,
Meski kadang aku tak percaya,
masihkah cinta itu ada
Aku masih saja bersandar pada malam yang pekat
pada jalan yang kelam, hingga aku tak tahu kemana arah bakal pulang.

Aku masih bersandar pada keheningan
Seperti kegelapan yang amat sunyi, sampai tak terbaca lagi apa arti keheningan ini.

Aku masih tak sanggup membiarkan kau pergi, hingga tercipta kesunyian ini

Aku masih saja terbelenggu mimpi mimpi yang kita rajut bersama
Aku masih saja membisu dalam pilu,

November 3, 2009 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.