PUISI KEHIDUPAN

DI UJUNG LANGIT UNGU

Di Langit Risau Menjelma

Di Langit Risau Menjelma

Tidakkah dinding-dinding ini begitu
kelam, Dan menjelma sebilah
mata pisau yang tajam, menikam
dalam gelap, memisahkan hati yang
sudah demikian rapuh,
Tidakkah hatipun tlah kehilangan makna
Retas, bagai debu terhembuskan angin

Semakin tak termaknai sudah
perjalanan ini, dan satu persatu
terhempaskan keyakinan

Dan gemerisik gerimis
daun-daun, membawa kerisauan
satu persatu pupus
tenggelam hingga kedasar hati

Tidakkah kerinduan kemudian
menjadi karat, hilangkan semua
mimpi-mimpi yang pernah terangankan.
Gemuruh lagi, memecah sekian ribu
keteguhan menjadi keeping-keping
tanpa arti.

Dimana kemudian kita bangun
rumah cinta, dan beribu angan
yang kemudian hanya menjadi sebuah
retorika.

Kerisauan ini tak pernah menemukan
Maknanya,,,

Februari 5, 2010 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.