Di Langit Risau Menjelma
Di Langit Risau Menjelma
Tidakkah dinding-dinding ini begitu
kelam, Dan menjelma sebilah
mata pisau yang tajam, menikam
dalam gelap, memisahkan hati yang
sudah demikian rapuh,
Tidakkah hatipun tlah kehilangan makna
Retas, bagai debu terhembuskan angin
Semakin tak termaknai sudah
perjalanan ini, dan satu persatu
terhempaskan keyakinan
Dan gemerisik gerimis
daun-daun, membawa kerisauan
satu persatu pupus
tenggelam hingga kedasar hati
Tidakkah kerinduan kemudian
menjadi karat, hilangkan semua
mimpi-mimpi yang pernah terangankan.
Gemuruh lagi, memecah sekian ribu
keteguhan menjadi keeping-keping
tanpa arti.
Dimana kemudian kita bangun
rumah cinta, dan beribu angan
yang kemudian hanya menjadi sebuah
retorika.
Kerisauan ini tak pernah menemukan
Maknanya,,,
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Arsip
- Oktober 2011 (2)
- Agustus 2011 (2)
- Juni 2010 (1)
- Februari 2010 (1)
- Januari 2010 (2)
- Desember 2009 (1)
- November 2009 (2)
- Oktober 2009 (1)
- Agustus 2009 (1)
- Mei 2009 (3)
- April 2009 (11)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
